• Featured

    Berwisata Di Tempat Sejarah??? Kenapa Tidak.

  • Featured

    Pantai adalah tempat yang indah untuk berwisata. Mau tahu info selanjutnya???

  • Articles

    Kumpulan pegunungan yang terindah

  • Articles

    Kumpulan Artikel Mengenai Taman Wisata

  • Tampilkan postingan dengan label Bangunan Bersejarah. Tampilkan semua postingan
    Tampilkan postingan dengan label Bangunan Bersejarah. Tampilkan semua postingan

    Sabtu, 03 Mei 2014

    Berkunjung Ke Tempat Bersejarah Di Bandung | Sebagai kota yang sempat ditetapkan sebagai ibu kota Hindia Belanda pengganti Jakarta (walau ketetapan itu akhirnya ditarik kembali), Bandung memiliki sejumlah tempat dan gedung bersejarah. Di bawah kami pilihkan beberapa tempat bersejarah di Bandung yang pantas dikunjungi.

    Jalan Asia Afrika


    Jalan Asia Afrika, salah satau Tempat Bersejarah di Kota Bandung

    Sebagai jalan tertua, Jalan Asia Afrika menjadi saksi bagi banyak pembangunan awal di pusat Kota Bandung. Di sepanjang jalan ini masih terdapat beberapa bangunan dari awal pendirian hingga Jaman Keemasan Bandung. Beberapa memiliki nilai historis, seperti Alun-alun (lapangan publik tertua di Bandung), Savoy Homann (hotel tertua di Bandung), dan Gedung Merdeka (tempat berlangsungnya Konferensi Asia Afrika). Oleh karena itu, Jalan Asia Afrika juga dapat dianggap sebagai jalan utama Bandung. 

    Kilometer 0

    KM 0 adalah suatu titik di mana Daendels menancapkan tongkatnya dan berkata, “Coba usahakan, bila aku datang ke tempat ini sebuah kota sudah terbangun”. Kilometer 0 ditandai dengan sebuah monumen kecil. Titik ini juga dapat dianggap sebagai sentra Kota Bandung.

    Kilometer 0, salah satau Tempat Bersejarah di Kota Bandung

    Alun-alun

    Konsep Alun-alun Bandung mengacu pada Catur Gatra, yang berasal dari Kerajaan Mataram. Seperti Alun-alun di kota-kota Indies di Pulau Jawa, Alun-alun merupakan lahan terbuka berbentuk persegi empat tempat warga kota berkumpul untuk kegiatan sosial dan budaya, tempat berlangsungnya upacara-upacara pemerintahan, dan tempat berekreasi.
    Alun Alun Kota Bandung, salah satau Tempat Bersejarah di Kota Bandung

    Konsep Catur Gatra menempatkan Alun-alun di pusat, keraton atau pusat pemerintahan lokal di sisi selatan Alun-alun, masjid di sisi barat, dan pusat kegiatan ekonomi dan sosial di sisi timur. Khusus di kota-kota Indies yang mendapat pengaruh kolonial, di sisi utara biasanya dibangun penjara.

    Masjid Agung

    Masjid yang dibangun pada tahun 1812 ini adalah masjid pertama di Bandung. Arsitektur Masjid Agung pada awalnya dirancang dalam gaya lokal (rumah panggung yang terbuat dari kayu dan atap rumbia) yang sangat sederhana. Selama sejarahnya yang hampir mencapai 200 tahun, masjid ini telah mengalami 8 kali renovasi.

    Mesjid Raya Bandung, salah satau Tempat Bersejarah di Kota Bandung

    Gubernuran

    Gedung ini adalah kediaman Residen Priangan pertama di Bandung. Gubernuran mulai dibangun pada tahun 1864 sebagai kediaman Residen Priangan saat itu, Van der Moore.  Pada masa sebelumnya, pusat Karesidenan Priangan berada di Cianjur. Namun dengan meletusnya Gunung Gede yang menghancurkan kota itu, pemindahan lokasi pun segera dilaksanakan.

    Gubernuran Bandung, salah satau Tempat Bersejarah di Kota Bandung

    Stasiun Pusat Kereta Api Bandung

    Stasiun kereta api pertama di Bandung ini dibangun akibat pertumbuhan ekonomi Bandung yang mulai pesat menjelang akhir abad ke-19 sehingga mendorong dibukanya jalur transportasi. Pada tahun 1884, jalur kereta api dari Batavia tiba pertama kali di Bandung. Peristiwa ini membuat Bandung yang sebelumnya hanya sebuah desa kecil di dataran tinggi Priangan menjadi semakin terbuka dan ramai oleh pengunjung, terutama dari Batavia.

    Stasiun Pusat Kereta Api Kota Bandung, salah satau Tempat Bersejarah di Kota Bandung

    Vila Isola

    Vila Isola adalah gedung Art Deco karya C.P. Wolff Schoemaker dan dianggap salah satu bangunan yang berhasil dalam menyatukan bangunan dengan lingkungannya. Dalam perkembangannya, bangunan ini sempat berfungsi sebagai hotel sebelum diambilalih oleh Kementerian Pendidikan pada tahun 1953 sebagai Perguruan Tinggi Pendidikan Guru. Kini, bangunan unik ini merupakan bangunan milik Universitas Pendidikan Indonesia.

    Vila Isola Kota Bandung, salah satau Tempat Bersejarah di Kota Bandung

    Jalan Braga

    Jalan paling bergengsi di Hindia Belanda di era 1920-30an ini muncul seiring pembangunan gedung-gedung publik dan komersial selama 1920-an hingga 1930-an, mengundang tidak hanya warga Bandung kelas atas untuk berbelanja atau rendezvous, juga turis mancanegara. Aktor Hollywood seperti Charlie Chaplin hingga para delegasi Konferensi Asia Afrika 1955 pernah melenggangkan kakinya di sini. Tidaklah berlebihan bila jalan sepanjang 800 m ini pernah dijuluki ‘The Most Fashionable Street in The East Indies’ – tempat untuk saling mengagumi pesona diri dan penampilan raga pengunjungnya.

    Jalan Braga Kota Bandung, salah satau Tempat Bersejarah di Kota Bandung

    Gedung Merdeka

    Gedung Merdeka, yang pada awalnya adalah club house Societeit Concordia, dilestarikan sebagai salah satu bangunan historis Kota Bandung. Di gedung inilah Konferensi Asia Afrika diselenggarakan pada tahun 1955. Pada 24 April 1980, diresmikan Museum Asia Afrika yang menempati sayap kiri gedung.

    Gedung Merdeka, salah satau Tempat Bersejarah di Kota Bandung

    Gedung Konvensi Landmark

    Bangunan cantik bergaya Art Deco ini pada awalnya merupakan Toko Buku dan Percetakan van Dorp yang didesain oleh C.P. Wolff Schoemaker. Konon keuntungan yang dihasilkan perusahaan ini mampu membangun 50 vila mewah pada masanya. Hiasan kala (pahatan seperti yang terdapat di candi-candi Hindu) serta kaca patrinya yang berwarna-warni merupakan ciri khas bangunan ini. Saat ini, Landmark digunakan sebagai pusat konvensi, tempat banyak pameran di Bandung berlangsung.

    Gedung Konversi Land Mark, salah satau Tempat Bersejarah di Kota Bandung
    Demikianlah artikel kali ini mengenai "Berkunjung Ke Tempat Bersejarah Di Bandung". Mari kita lestarikan sejarah Budaya Bangsa Indonesia.

    Berkunjung Ke Tempat Bersejarah Di Bandung

    Posted at  05.48  |  in  Bangunan Bersejarah  |  Read More»

    Berkunjung Ke Tempat Bersejarah Di Bandung | Sebagai kota yang sempat ditetapkan sebagai ibu kota Hindia Belanda pengganti Jakarta (walau ketetapan itu akhirnya ditarik kembali), Bandung memiliki sejumlah tempat dan gedung bersejarah. Di bawah kami pilihkan beberapa tempat bersejarah di Bandung yang pantas dikunjungi.

    Jalan Asia Afrika


    Jalan Asia Afrika, salah satau Tempat Bersejarah di Kota Bandung

    Sebagai jalan tertua, Jalan Asia Afrika menjadi saksi bagi banyak pembangunan awal di pusat Kota Bandung. Di sepanjang jalan ini masih terdapat beberapa bangunan dari awal pendirian hingga Jaman Keemasan Bandung. Beberapa memiliki nilai historis, seperti Alun-alun (lapangan publik tertua di Bandung), Savoy Homann (hotel tertua di Bandung), dan Gedung Merdeka (tempat berlangsungnya Konferensi Asia Afrika). Oleh karena itu, Jalan Asia Afrika juga dapat dianggap sebagai jalan utama Bandung. 

    Kilometer 0

    KM 0 adalah suatu titik di mana Daendels menancapkan tongkatnya dan berkata, “Coba usahakan, bila aku datang ke tempat ini sebuah kota sudah terbangun”. Kilometer 0 ditandai dengan sebuah monumen kecil. Titik ini juga dapat dianggap sebagai sentra Kota Bandung.

    Kilometer 0, salah satau Tempat Bersejarah di Kota Bandung

    Alun-alun

    Konsep Alun-alun Bandung mengacu pada Catur Gatra, yang berasal dari Kerajaan Mataram. Seperti Alun-alun di kota-kota Indies di Pulau Jawa, Alun-alun merupakan lahan terbuka berbentuk persegi empat tempat warga kota berkumpul untuk kegiatan sosial dan budaya, tempat berlangsungnya upacara-upacara pemerintahan, dan tempat berekreasi.
    Alun Alun Kota Bandung, salah satau Tempat Bersejarah di Kota Bandung

    Konsep Catur Gatra menempatkan Alun-alun di pusat, keraton atau pusat pemerintahan lokal di sisi selatan Alun-alun, masjid di sisi barat, dan pusat kegiatan ekonomi dan sosial di sisi timur. Khusus di kota-kota Indies yang mendapat pengaruh kolonial, di sisi utara biasanya dibangun penjara.

    Masjid Agung

    Masjid yang dibangun pada tahun 1812 ini adalah masjid pertama di Bandung. Arsitektur Masjid Agung pada awalnya dirancang dalam gaya lokal (rumah panggung yang terbuat dari kayu dan atap rumbia) yang sangat sederhana. Selama sejarahnya yang hampir mencapai 200 tahun, masjid ini telah mengalami 8 kali renovasi.

    Mesjid Raya Bandung, salah satau Tempat Bersejarah di Kota Bandung

    Gubernuran

    Gedung ini adalah kediaman Residen Priangan pertama di Bandung. Gubernuran mulai dibangun pada tahun 1864 sebagai kediaman Residen Priangan saat itu, Van der Moore.  Pada masa sebelumnya, pusat Karesidenan Priangan berada di Cianjur. Namun dengan meletusnya Gunung Gede yang menghancurkan kota itu, pemindahan lokasi pun segera dilaksanakan.

    Gubernuran Bandung, salah satau Tempat Bersejarah di Kota Bandung

    Stasiun Pusat Kereta Api Bandung

    Stasiun kereta api pertama di Bandung ini dibangun akibat pertumbuhan ekonomi Bandung yang mulai pesat menjelang akhir abad ke-19 sehingga mendorong dibukanya jalur transportasi. Pada tahun 1884, jalur kereta api dari Batavia tiba pertama kali di Bandung. Peristiwa ini membuat Bandung yang sebelumnya hanya sebuah desa kecil di dataran tinggi Priangan menjadi semakin terbuka dan ramai oleh pengunjung, terutama dari Batavia.

    Stasiun Pusat Kereta Api Kota Bandung, salah satau Tempat Bersejarah di Kota Bandung

    Vila Isola

    Vila Isola adalah gedung Art Deco karya C.P. Wolff Schoemaker dan dianggap salah satu bangunan yang berhasil dalam menyatukan bangunan dengan lingkungannya. Dalam perkembangannya, bangunan ini sempat berfungsi sebagai hotel sebelum diambilalih oleh Kementerian Pendidikan pada tahun 1953 sebagai Perguruan Tinggi Pendidikan Guru. Kini, bangunan unik ini merupakan bangunan milik Universitas Pendidikan Indonesia.

    Vila Isola Kota Bandung, salah satau Tempat Bersejarah di Kota Bandung

    Jalan Braga

    Jalan paling bergengsi di Hindia Belanda di era 1920-30an ini muncul seiring pembangunan gedung-gedung publik dan komersial selama 1920-an hingga 1930-an, mengundang tidak hanya warga Bandung kelas atas untuk berbelanja atau rendezvous, juga turis mancanegara. Aktor Hollywood seperti Charlie Chaplin hingga para delegasi Konferensi Asia Afrika 1955 pernah melenggangkan kakinya di sini. Tidaklah berlebihan bila jalan sepanjang 800 m ini pernah dijuluki ‘The Most Fashionable Street in The East Indies’ – tempat untuk saling mengagumi pesona diri dan penampilan raga pengunjungnya.

    Jalan Braga Kota Bandung, salah satau Tempat Bersejarah di Kota Bandung

    Gedung Merdeka

    Gedung Merdeka, yang pada awalnya adalah club house Societeit Concordia, dilestarikan sebagai salah satu bangunan historis Kota Bandung. Di gedung inilah Konferensi Asia Afrika diselenggarakan pada tahun 1955. Pada 24 April 1980, diresmikan Museum Asia Afrika yang menempati sayap kiri gedung.

    Gedung Merdeka, salah satau Tempat Bersejarah di Kota Bandung

    Gedung Konvensi Landmark

    Bangunan cantik bergaya Art Deco ini pada awalnya merupakan Toko Buku dan Percetakan van Dorp yang didesain oleh C.P. Wolff Schoemaker. Konon keuntungan yang dihasilkan perusahaan ini mampu membangun 50 vila mewah pada masanya. Hiasan kala (pahatan seperti yang terdapat di candi-candi Hindu) serta kaca patrinya yang berwarna-warni merupakan ciri khas bangunan ini. Saat ini, Landmark digunakan sebagai pusat konvensi, tempat banyak pameran di Bandung berlangsung.

    Gedung Konversi Land Mark, salah satau Tempat Bersejarah di Kota Bandung
    Demikianlah artikel kali ini mengenai "Berkunjung Ke Tempat Bersejarah Di Bandung". Mari kita lestarikan sejarah Budaya Bangsa Indonesia.

    Sabtu, 01 Februari 2014

    Berwisata sambil mengenang sejarah???
    Kenapa Tidak !!!!

    Kali ini admin akan memposting beberapa tempat wisata di daerah jawa barat yang memiliki nilai sejarah.

    Mau Tahu apa saja??? Simak penjelasan dibawah ini:

    Tempat Bersejarah Di Jawa Barat Yang Dapat Dijadikan Sebagai Obyek Wisata

    Daerah Bandung

    Musium Konfrensi Asia Afrika / Gedung Merdeka
    Kalau kita ke Bandung, tidak salahnya jika kita berkunjung sejenak ke Gedung Merdeka atau biasa juga disebut Gedung Konfrensi Asia Afrika. Gedung merdeka ini terletak Jl.Asia Afrika no.65.

    Disana kita bisa melihat koleksi foto pertemuan presiden Soekarno, Chou En-Lai, Ho Chi Minh, Nasser & pemimpin dunia ketiga yg memerintah thn 1950-an.
    Musium KAA itu sendiri buka Senin sampai dengan Jumat, jam 08.00 sampai dengan 18.00. Dulu namanya Societeit Concordia, ruang pertemuan berbagai organisasi Belanda, arsitek C.P.Wolff Schoemaker, dibangun thn 1902.


    Gedung Sate.
    Gedung sate ini berada tepat di Jl.Diponegoro no.22 ini merupakan bangunan pertama di Bandung yg menggunakan konstruksi beton bertulang. Dibangun thn 1920, arsiteknya J.Gerber.

    Di utara gedung, terhampar lapangan Gasibu & Monumen Perjuangan Rakyat Jawa Barat ( MPRJB ), di mana sering digunakan berbagai lokasi even2 yg menarik. Yg rutin, minggu pagi jadi lokasi pasar kaget, sebelumnya senam massal.

    Institut Teknologi Bandung ( ITB ).
    Ini merupakan kampusnya seorang Soekarno yg belajar teknik sipil ( 1920-1925 ), yg kemudian membentuk Bandung Studi Club, yang dmana sebagian anggotanya lalu membentuk Partai Nasional Indonesia ( PNI ) yg bertujuan mencapai kemerdekaan Indonesia. Dibangun thn 1920, arsitek Maclaine Pont. Ada galeri seni di dalamnya, Taman Ganeca di depannya ( bisa menyewa kuda utk berkeliling melihat taman & bangunan kuno ). 4-5 tahun sekali digelar Pasar Seni ITB di koridor jalan.

    Museum Geologi.
    Museum ini tepat berada di Jl.Diponegoro 57. Disana kita bisa melihat koleksi terkait sejarah bumi, bebatuan, mineral, gunung api, fosil manusia Jawa kuno, kerangka T-rex, fosil makhluk purba asli maupun replika, terlengkap di Asia Tenggara. Museum dibuka Senin-Kamis, jam 9 – 15.00. Pengunjung sampai 3000 org pada hari libur.

    Musium yg dibangun tahun 1929, diarsiteki Menalda van Scouvburg, dulunya : laboratorium & tempat penyimpanan hasil penyelidikan geologi & pertambangan di berbagai wilayah Indonesia. Kini berfungsi lebih luas sbg sarana penelitian, pendidikan, penyedia berbagai informasi ilmu kebumian & obyek pariwisata.

    O, iya...
    Museum ini berada tidak jauh dari Gedung Konfrensi Asia Afrika.

    Museum Mandala Wangsit.
    Museum yang berada di Jl.Lembong 38 ini merupakan Museum Angkatan Darat yg menceritakan banyak sejarah perjuangan gagah berani para pahlawan di Bandung, ada penjelasan tentang markas militer Siliwangi.

    Museum Negeri Sri Baduga.
    Museum yang berada di Jl. Otoiskandardinata 638 ini kita bisa Melihat koleksi benda alam & peninggalan masyarakat Sunda. Buka tiap hari  jam 8.00 – 14.00, kecuali Senin.

    Museum Perangko.
    Museum yang berada di Jl.Diponegoro 22 ( timur laut Gedung Sate ) kita Melihat koleksi ribuan perangko, dalam & luar negeri, kotak pos, kereta dorong pos, dll. Buka Senin-Jumat, jam 9.00-15.00.

    Bogor

    Istana Bogor.
    Siapa yang tidak kenal Istana Bogor???. Bangunan yang berada di Timur laut Kebun Raya Bogor ini dahulu menjadi kediaman Gubernur Jenderal Belanda ( 1870-1942 ).

    Namun, sejak tahun 1950 menjadi Istana Kepresidenan RI. Tradisi memelihara rusa di halaman tetap dipertahankan.

    Istana bogor ini hanya bisa dimasuki rombongan ( min.10 org ) dgn minta izin ke kantor pariwisata di Jl.H.Juanda 10, telp.0251-338052

    Batu Bertulis.
    Bangunan / benda bersejarah ini terletak 2,5 km selatan Kebun Raya Bogor. Batu ( prasasti ) utk menghormati Raja Pajajaran, Sri Baduga Maharaja ( 1482 -1521 )

    Batu Tulis Ciaruteun.
    Prasasti Batu Tulis Ciaruteun ini berada di 12 km dari Bogor, dekat desa Ciampea Melihat batu besar bertulis huruf palawa kuno & pahatan 2 telapak kaki ( abad 5 ), berbunyi,”Ini tapak kaki seperti kaki Dewa Wisnu, penguasa dunia yg gagah berani, Sang Purnawarman, Raja di Negeri Taruma”.

    Garut
    Candi Cangkuang,
    Candi yang berada di 10 km utara Garut, dekat Leles ini adalah  candi Hindu peninggalan abad ke-8 di tengah danau Situ Cangkuang yg damai & berpanorama menarik.

    Disana terdapat makam Embah Dalem Arif Muhammad, penyebar agama Islam dari kerajaan Mataram, Jawa Timur. Datang utk menyerang tentara VOC di Batavia seraya menyebarkan agama Islam di desa Cangkuang & Garut.

    Kampung Naga, antara Garut & Tasikmalaya
    Melihat desa tradisional khas Sunda yg indah, dgn persawahan, perbukitan mengitarinya. Rumah beratap ijuk, tanpa listrik, televisi, atau perangkat teknologi modern lainnya.
    Dikampung ini terdapat  110 unit rumah dengan bentuk seragam, dan tidak bertambah atau pun berkurang selama ratusan tahun.

    Warga yang mendiami kampung tersebut merupakan keturunan kerajaan Galunggung ( abad 15 ) yg bersembunyi dari kejaran kaum pemberontak. Mereka membawa pusaka kerajaan dan menjalankan tradisi masa lalu itu hingga kini.

    Wisatawan yang berkunjung kesana bisa menginap di rumah penduduk selama seminggu asal seizin tetua adat dan menaati larangan utk tidak memotret tempat - tempat tertentu, tidak masuk hutan larangan, tidak mandi di air terjun desa yang dinyatakan terlarang, dll.

    Karang Komulyan, 16 km dari Ciamis
    Melihat kawasan arkeologis Kerajaan Galuh, kerajaan Hindu pertama di Jawa berupa dinding batu & pemandian, tempat berdoa & penyimpanan barang. Sisa bangunan purbakala yg terlihat dari abad ke-5, masa sebelum Hindu masuk Jawa.

    Sebenarnya masih banyak lagi Bangunan - Bangun bersejarah yang bisa dijadikan tempat wisata. Bagi yang tahu silakan tambahkan di komentar ^_^

    Berwisata Ke Bangunan - Bangunan Bersejarah Di Jawa Barat

    Posted at  01.39  |  in  Bangunan Bersejarah  |  Read More»

    Berwisata sambil mengenang sejarah???
    Kenapa Tidak !!!!

    Kali ini admin akan memposting beberapa tempat wisata di daerah jawa barat yang memiliki nilai sejarah.

    Mau Tahu apa saja??? Simak penjelasan dibawah ini:

    Tempat Bersejarah Di Jawa Barat Yang Dapat Dijadikan Sebagai Obyek Wisata

    Daerah Bandung

    Musium Konfrensi Asia Afrika / Gedung Merdeka
    Kalau kita ke Bandung, tidak salahnya jika kita berkunjung sejenak ke Gedung Merdeka atau biasa juga disebut Gedung Konfrensi Asia Afrika. Gedung merdeka ini terletak Jl.Asia Afrika no.65.

    Disana kita bisa melihat koleksi foto pertemuan presiden Soekarno, Chou En-Lai, Ho Chi Minh, Nasser & pemimpin dunia ketiga yg memerintah thn 1950-an.
    Musium KAA itu sendiri buka Senin sampai dengan Jumat, jam 08.00 sampai dengan 18.00. Dulu namanya Societeit Concordia, ruang pertemuan berbagai organisasi Belanda, arsitek C.P.Wolff Schoemaker, dibangun thn 1902.


    Gedung Sate.
    Gedung sate ini berada tepat di Jl.Diponegoro no.22 ini merupakan bangunan pertama di Bandung yg menggunakan konstruksi beton bertulang. Dibangun thn 1920, arsiteknya J.Gerber.

    Di utara gedung, terhampar lapangan Gasibu & Monumen Perjuangan Rakyat Jawa Barat ( MPRJB ), di mana sering digunakan berbagai lokasi even2 yg menarik. Yg rutin, minggu pagi jadi lokasi pasar kaget, sebelumnya senam massal.

    Institut Teknologi Bandung ( ITB ).
    Ini merupakan kampusnya seorang Soekarno yg belajar teknik sipil ( 1920-1925 ), yg kemudian membentuk Bandung Studi Club, yang dmana sebagian anggotanya lalu membentuk Partai Nasional Indonesia ( PNI ) yg bertujuan mencapai kemerdekaan Indonesia. Dibangun thn 1920, arsitek Maclaine Pont. Ada galeri seni di dalamnya, Taman Ganeca di depannya ( bisa menyewa kuda utk berkeliling melihat taman & bangunan kuno ). 4-5 tahun sekali digelar Pasar Seni ITB di koridor jalan.

    Museum Geologi.
    Museum ini tepat berada di Jl.Diponegoro 57. Disana kita bisa melihat koleksi terkait sejarah bumi, bebatuan, mineral, gunung api, fosil manusia Jawa kuno, kerangka T-rex, fosil makhluk purba asli maupun replika, terlengkap di Asia Tenggara. Museum dibuka Senin-Kamis, jam 9 – 15.00. Pengunjung sampai 3000 org pada hari libur.

    Musium yg dibangun tahun 1929, diarsiteki Menalda van Scouvburg, dulunya : laboratorium & tempat penyimpanan hasil penyelidikan geologi & pertambangan di berbagai wilayah Indonesia. Kini berfungsi lebih luas sbg sarana penelitian, pendidikan, penyedia berbagai informasi ilmu kebumian & obyek pariwisata.

    O, iya...
    Museum ini berada tidak jauh dari Gedung Konfrensi Asia Afrika.

    Museum Mandala Wangsit.
    Museum yang berada di Jl.Lembong 38 ini merupakan Museum Angkatan Darat yg menceritakan banyak sejarah perjuangan gagah berani para pahlawan di Bandung, ada penjelasan tentang markas militer Siliwangi.

    Museum Negeri Sri Baduga.
    Museum yang berada di Jl. Otoiskandardinata 638 ini kita bisa Melihat koleksi benda alam & peninggalan masyarakat Sunda. Buka tiap hari  jam 8.00 – 14.00, kecuali Senin.

    Museum Perangko.
    Museum yang berada di Jl.Diponegoro 22 ( timur laut Gedung Sate ) kita Melihat koleksi ribuan perangko, dalam & luar negeri, kotak pos, kereta dorong pos, dll. Buka Senin-Jumat, jam 9.00-15.00.

    Bogor

    Istana Bogor.
    Siapa yang tidak kenal Istana Bogor???. Bangunan yang berada di Timur laut Kebun Raya Bogor ini dahulu menjadi kediaman Gubernur Jenderal Belanda ( 1870-1942 ).

    Namun, sejak tahun 1950 menjadi Istana Kepresidenan RI. Tradisi memelihara rusa di halaman tetap dipertahankan.

    Istana bogor ini hanya bisa dimasuki rombongan ( min.10 org ) dgn minta izin ke kantor pariwisata di Jl.H.Juanda 10, telp.0251-338052

    Batu Bertulis.
    Bangunan / benda bersejarah ini terletak 2,5 km selatan Kebun Raya Bogor. Batu ( prasasti ) utk menghormati Raja Pajajaran, Sri Baduga Maharaja ( 1482 -1521 )

    Batu Tulis Ciaruteun.
    Prasasti Batu Tulis Ciaruteun ini berada di 12 km dari Bogor, dekat desa Ciampea Melihat batu besar bertulis huruf palawa kuno & pahatan 2 telapak kaki ( abad 5 ), berbunyi,”Ini tapak kaki seperti kaki Dewa Wisnu, penguasa dunia yg gagah berani, Sang Purnawarman, Raja di Negeri Taruma”.

    Garut
    Candi Cangkuang,
    Candi yang berada di 10 km utara Garut, dekat Leles ini adalah  candi Hindu peninggalan abad ke-8 di tengah danau Situ Cangkuang yg damai & berpanorama menarik.

    Disana terdapat makam Embah Dalem Arif Muhammad, penyebar agama Islam dari kerajaan Mataram, Jawa Timur. Datang utk menyerang tentara VOC di Batavia seraya menyebarkan agama Islam di desa Cangkuang & Garut.

    Kampung Naga, antara Garut & Tasikmalaya
    Melihat desa tradisional khas Sunda yg indah, dgn persawahan, perbukitan mengitarinya. Rumah beratap ijuk, tanpa listrik, televisi, atau perangkat teknologi modern lainnya.
    Dikampung ini terdapat  110 unit rumah dengan bentuk seragam, dan tidak bertambah atau pun berkurang selama ratusan tahun.

    Warga yang mendiami kampung tersebut merupakan keturunan kerajaan Galunggung ( abad 15 ) yg bersembunyi dari kejaran kaum pemberontak. Mereka membawa pusaka kerajaan dan menjalankan tradisi masa lalu itu hingga kini.

    Wisatawan yang berkunjung kesana bisa menginap di rumah penduduk selama seminggu asal seizin tetua adat dan menaati larangan utk tidak memotret tempat - tempat tertentu, tidak masuk hutan larangan, tidak mandi di air terjun desa yang dinyatakan terlarang, dll.

    Karang Komulyan, 16 km dari Ciamis
    Melihat kawasan arkeologis Kerajaan Galuh, kerajaan Hindu pertama di Jawa berupa dinding batu & pemandian, tempat berdoa & penyimpanan barang. Sisa bangunan purbakala yg terlihat dari abad ke-5, masa sebelum Hindu masuk Jawa.

    Sebenarnya masih banyak lagi Bangunan - Bangun bersejarah yang bisa dijadikan tempat wisata. Bagi yang tahu silakan tambahkan di komentar ^_^

    About-Privacy Policy-Contact us
    Copyright © 2013 Informasi Tempat Wisata. Distributed By Blogger Themes | Blogger Template by Bloggertheme9
    Proudly Powered by Blogger.
    back to top